Sistem Pendidikan Islam dalam Mendidik Anak
1. Tujuan Pendidikan Anak dalam Islam
Dalam sistem pendidikan Islam, anak tidak hanya dibuat
pintar, tetapi dibentuk menjadi syakhshiyyah islamiyyah (kepribadian
Islam): akalnya islami dan jiwanya islami.
Kitab Usûs at-Ta‘lîm menjelaskan bahwa asas pendidikan
Islam adalah aqidah Islam, dan seluruh metode pendidikan harus dibangun
di atas asas ini.
“Dasar yang menjadi landasan kurikulum pendidikan adalah aqidah Islam. Semua materi dan metode pengajaran harus disusun sehingga tidak keluar dari asas ini.”
Dalam kitab Masyru’ Dustur pasal 170–172 dijelaskan:
- Asas pendidikan = Aqidah Islam
- Kebijakan pendidikan = membentuk
pola pikir dan pola sikap Islami
- Tujuan pendidikan = membentuk kepribadian Islam dan membekali ilmu kehidupan
Dalil Al-Qur’an
Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka.”
QS. At-Tahrim: 6
Ayat ini dijadikan dasar bahwa pendidikan anak bukan sekadar akademik, tetapi penjagaan iman dan akhlak.
Penjelasan Ulama
Ibn Kathir menafsirkan QS At-Tahrim:6:
“Didiklah mereka, ajarkan adab kepada mereka, dan arahkan mereka kepada ketaatan kepada Allah.”
Dalam Tafsir Ibn Kathir, beliau mengutip perkataan:
“Ajarkan mereka adab dan ilmu.”
2. Landasan Sistem Pendidikan Islam terhadap Anak
Dalam kitab Usûs at-Ta‘lîm dijelaskan pendidikan anak berdiri di atas tiga fondasi besar:
A. Aqidah sebagai Fondasi
Anak sejak kecil harus dibangun cara berpikirnya
berdasarkan iman.
Bukan hanya “apa yang benar menurut logika”, tetapi:
“Apa yang Allah ridai?”
Dalil:
“Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus.”
QS. Ar-Rum: 30
Kitab Usûs at-Ta‘lîm menegaskan:
Semua mata pelajaran dan cara mengajar harus selaras dengan
aqidah Islam.
Hujjah Ulama
Ibn Khaldun dalam Muqaddimah:
Pendidikan adalah proses membentuk malakah (karakter melekat), bukan hanya hafalan ilmu.
Artinya, pendidikan anak harus menghasilkan kebiasaan
Islam, bukan sekadar informasi Islam.
B. Pembentukan Aqliyah Islamiyyah (Pola Pikir Islami)
Sistem pendidikan Islam mendidik anak agar:
- menilai benar–salah dengan syariat,
- memahami kehidupan dengan Islam,
- memiliki kemampuan berpikir.
Kitab Usûs at-Ta‘lîm menjelaskan:
Pendidikan bertujuan membentuk ‘aqliyyah islamiyyah (pola pikir Islam) dan nafsiyyah islamiyyah (kepribadian jiwa Islam).
Dalil
Ayat pertama turun:
“Iqra’ (Bacalah)”
QS. Al-‘Alaq: 1–5
Kitab Usûs at-Ta‘lîm bahkan membuka pembahasan dengan ayat ini sebagai isyarat bahwa pendidikan Islam berbasis ilmu.
Hujjah Ulama
Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin:
Anak adalah amanah. Hatinya bersih. Jika dibiasakan pada
kebaikan ia tumbuh baik; jika dibiasakan pada keburukan ia rusak.
C. Pembentukan Nafsiyyah Islamiyyah (Kepribadian Jiwa)
Pendidikan Islam bukan hanya kognitif.
Anak harus dibina:
- ibadahnya,
- adabnya,
- emosinya,
- akhlaknya.
Hadis Pendidikan Anak
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perintahkan anak kalian shalat saat umur tujuh tahun…”
HR. Abu Dawud
Ini menunjukkan pendidikan Islam memakai:
Tahapan usia
|
Umur |
Dan Fokus
Pendidikan |
|
0–7 > |
Penanaman cinta, keteladanan |
|
7–10 > |
Pembiasaan ibadah & disiplin |
|
10+ > |
Tanggung jawab & kontrol diri |
|
|
|
Hujjah Ulama
Ibn Qayyim al-Jawziyya dalam Tuhfatul Maudud:
Kerusakan anak banyak berasal dari kelalaian orang tua dalam
mendidik.
3. Metode Pendidikan Anak dalam Sistem Pendidikan Islam
A. Keteladanan (Uswah)
Dalil:
“Sungguh pada Rasulullah ada teladan terbaik.”
QS. Al-Ahzab: 21
Anak belajar lebih cepat lewat contoh dibanding ceramah.
Contoh:
- ayah shalat berjamaah,
- ibu menjaga hijab,
- rumah penuh Al-Qur’an.
B. Pembiasaan (Ta’dib)
Hadis:
“Perintahkan anak kalian shalat umur tujuh tahun.”
Makna pendidikan:
dibiasakan dulu → memahami kemudian.
C. Pengawasan (Muraqabah)
Dalil:
“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
QS. At-Tahrim: 6
Artinya pendidikan anak bukan “biarkan tumbuh sendiri”.
D. Pendidikan Akal dan Ilmu
Kitab Usûs at-Ta‘lîm menegaskan:
Pendidikan harus menghasilkan:
- ilmu syar’i,
- bahasa Arab,
- sains dan keterampilan hidup.
Jadi pendidikan Islam bukan anti sains, tetapi sains
diarahkan oleh aqidah.
4. Kurikulum Pendidikan Anak dalam Islam
Berdasarkan kitab Usûs at-Ta‘lîm dan Masyru’ Dustur:
Kurikulum anak mencakup:
1. Aqidah
Tauhid, iman, cinta Allah.
2. Ibadah
Shalat, wudhu, puasa, dzikir.
3. Akhlak & Adab
Jujur, amanah, malu, birrul walidain.
4. Bahasa Arab
Karena alat memahami Al-Qur’an dan Sunnah.
5. Ilmu Kehidupan
Matematika, kedokteran, teknologi, keterampilan.
Islam menjelaskan:
Pendidikan harus membekali manusia dengan ilmu terkait
kehidupan.
5. Siapa yang Bertanggung Jawab Mendidik Anak?
Dalam Islam ada tiga lapis pendidikan:
1. Keluarga (utama)
Dalil:
“Kullukum ra’in…”
“Setiap kalian adalah pemimpin…”
HR. Bukhari Muslim
Orang tua adalah madrasah pertama.
2. Masyarakat
Lingkungan harus mendukung akhlak Islam.
3. Negara
Dalam kitab Masyru’ Dustur:
Negara wajib menyediakan pendidikan Islami gratis, membangun
kurikulum Islam, dan memastikan pendidikan sesuai aqidah Islam.
Kesimpulan Sistem Pendidikan Islam dalam Mendidik Anak
Sistem pendidikan Islam tidak hanya mengejar kecerdasan, tetapi membentuk manusia bertakwa.
Rumus besarnya:
Aqidah → Pola pikir Islami → Jiwa Islami → Ilmu → Amal → Kepribadian Islam
Tujuan akhirnya adalah melahirkan anak yang:
- kuat iman,
- lurus akidah,
- beradab,
- cerdas,
- bermanfaat bagi umat,
- dan taat kepada Allah.
Referensi :
- أسس التعليم المنهجي في دولة الخلافة (Usûs at-Ta‘lîm al-Manhajî fî
Dawlah al-Khilafah) —
pembahasan utama sistem pendidikan.
- مشروع دستور دولة الخلافة (Masyru’ Dustur) — Pasal 170–180 tentang kebijakan
pendidikan.
- مقدمة الدستور 2 (Muqaddimah Dustur 2) — syarah kebijakan pendidikan.
- نظام الإسلام (Nizham al-Islam) — asas pembentukan kepribadian
Islam.


Post a Comment for "Sistem Pendidikan Islam dalam Mendidik Anak"