Membaca Gambar Isometric Piping (perpipaan isometrik)

Isometric drawing atau gambar isometrik adalah gambar routing dari sistem pemipaan yang di buat dalam selembar kertas 2D dengan pandangan isometric sehingga menimbulkan kesan gambar yang realistik (3D). Pada isometric mewakili tampilan plan dan elevation dalam satu kertas, sehingga seolah olah tampilannya menjadi 3D. Dengan demikian, akan lebih jelas membaca dan memahami gambar isometric.


Pada dasarnya, membaca gambar isometric adalah mudah karena tampilannya yang sudah 3D sehingga orang dapat mengira-ira seperti apa bentuknya. Kesulitannya hanya karena bisa jadi belum terbiasa dalam membaca gambar tersebut. Selain belum terbiasa, kesulitan paling besar adalah ketika gambar membentuk sudut tertentu dan kemudian di gambarkan mengunakan arsiran. Di sudut tertentu inilah biasanya orang tidak mudah untuk memahami gambar atau routingnya.

Arah Garis Isometric Sesuai Mata Angin

Untuk membaca isometric drawing, sebelumnya kita perlu memahami dulu arah mata angin pada isometric drawing. Untuk arah utara, biasanya di tuliskan di pojok kiri atas dan menunjuk ke arah diagonal. Seperti halnya arah mata angin yang kita kenal, Utara Timur Selatan Barat akan di tampilkan di isometric. Pada intinya, selain garis vertical (atas bawah), semua pipa itu akan mengarah ke arah mata angin, tinggal di urutkan saja dari Utara Timur Selatan sampai ke Barat sesuai dengan arah utaranya di isometric. Lalu apa fungsi dari garis vertical tersebut? garis tersebut menunjukan elevasi dari pipanya, sampai ketinggian berapa pipa tersebut. Sisanya, merupakan pipa dengan arah horizontal.

Sekarang mari langsung ke prakteknya membaca gambar isometric. Saya punya gambar isometric dengan garis merah di atas, pertanyaannya, seperti apa routing nya di mulai dari tanda X?

Routing nya adalah, pipa tersebut bergerak ke Barat (horizontal), kemudian ia naik ke atas, lalu ia bergerak ke utara (horizontal), lalu ke Timur dan kemudian dia turun. Bisa di pahami sampai sini? Perlu di ingat, untuk memahami routing diatas, perlu di ketahui dulu patokannya, yaitu arah utaranya. Kebetulan di isometric di atas -dan biasanya isometric di indonesia, arah utaranya ke pojok kiri atas. Ada kalanya arah utaranya ke pojok kanan atas.


Latihan Isometric 1

Kira kira routing pipanya nya seperti apa di mulai dari tanda X?

Routing nya adalah, pertama yaitu flange yang arahnya face nya ke timur di sambung dengan elbow yang turun ke bawah. Lalu elbow tersebut bertemu valve yang di apit oleh flange yang arah pipanya ke bawah.  setelah ke bawah, ia bertemu elbow yang routing nya ke arah barat. lalu sedikit naik dan kemudian routing nya ke arah utara. Paham sampai di sini?


Tapi ingat ya, saya mencoba membantu memahami baru dari segi arah, belum dengan ukurannya. Sebab untuk ukuran menurut saya gampang sekali, karena tinggal sesuai angkanya, asal routing pipanya sudah paham. Kalau routing pipanya saja belum paham, panjang atau ukuran jarak tersebut menjadi tidak berguna sama sekali.

Masih di gambar yang sama, kalau kita menelisik seperti apa bentuk aslinya, maka akan terlihat kira kira bentuk routing pipa nya seperti berikut :


Latihan Isometric 2

Lalu bagaimana dengan isometric routing disamping dimulai dari tanda X?

Yaitu pipa bergerak ke atas kemudian ke arah utara namun sedikit naik, lalu ke arah Timur dan bertemu dengan flange, kemudian spectacle dan valve. Gambar isometric di atas adalah gambar lengkap, artinya ia juga di lenkapi dengan dimensi atau jaraknya. Senada dengan pembahasan sebelumnya, terlihat pipa yang diagonal (704mm) lebih panjang daripada pipa yang horizontal (609mm) pada wilayah yang di arsir. Untuk tahu nominalnya, silahkan di cross check dengan teori phytagoras.




Bagaimana Arah Arsiran Isometric?

Untuk arsiran, arah arsirannya pada isometric tergantung dari pipa itu kearah mana? kalau pipa itu ke atas naik nya (membentuk sudut nya) maka arsirannya ya naik, dalam hal ini vertical seperti contoh sebelumnya. Kalau pipa nya ke arah utara namun ia bergerak ke timur sedikit, maka arsiranya pun horizontal.


Sekarang kita masuk ke contoh, satu routing bisa terbaca dua persepsi terngatung arsirannya. Coba lihat isometric A dan B, lihat garis merahnya, kedua pipa ini typical namun ia berbeda dalam arsiran.  Bisa di pahami mana kira kira yang bergerak ke utara (murni)?

Bila di lihat, routing pipa A, dari X ia bergerak tidak ke utara, melainkan sedikit serong ke timur. Sudut yang di bentuk dari pipa A adalah sudut horizontal dari utara ke timur. Berbeda dengan pipa B, dari arah X ia bergerak ke utara, tapi sedikit ke atas. Jadi sudut yang di bentuk adalah sudut vertical, yaitu antara utara dan ke atas, kalau di istilah jawa, yaitu sedikit "ndangak". Apa yang membedakan keduanya? arsirannya. 

Semoga artikel sederhana ini dapat menambah paham mengenai bagaimana cara membaca piping isometric.






Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Membaca Gambar Isometric Piping (perpipaan isometrik)"

Post a comment