Bendungan Bili-Bili







Bendungan Bili-bili merupakan, bendungan terbesar di Sulawesi Selatan. Bendungan dibangun dengan tipe urugan batu, tinggi bendungan utama 73 m dan panjang 750 m.


Bendungan ini, selalu dikabarkan jebol jika terjadi hujan lebat. Tak terkecuali saat banjir besar yang terjadi di beberapa kabupaten, di Sulawesi Selatan, Selasa (22/1/2019) lalu.
Dilansir dari situs resmi Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan, menyebutkan, pembuatan Bendungan Bili-Bili adalah untuk mencegah terjadinya banjir di Kota Makassar dan sekitarnya.
Tak hanya Makassar, tentunya juga mengantisipasi banjir yang bakal terjadi wilayah Kabupaten Gowa akibat luapan air Sungai jeneberang di bagian hilir.
Sedangkan tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk Kota Makassar dan sekitarnya serta untuk mensuplai air irigasi di Kabupaten Gowa.
Luas daerah tangkapan waduk sebesar 384,40 km2 dengan kapasitas tampungan 375 juta m3 dan kapasitas tampungan efektif 346 juta m3.
Bendungan ini terletak di Kabupaten Gowa sekitar 30 km di sebelah Timur Kota Makassar dan ke arah hulu pertemuan Sungai Jeneberang dan Sungai Jenelata.
Desain Bendungan
Detail desain Bendungan Bili-Bili dimulai tahun 1986 sampai tahun 1988 yang sebelumnya telah dilakukan beberapa tahap survey kelayakan.
Pelaksanaan fisik dimulai tahun 1992/1993 dengan paket I: relokasi jalan Malino, relokasi air, dan paket II: pembuatan jembatan dan pelindung tebing sungai.
Pada tahun anggaran 1993/1994 dalam paket III terdiri antara lain pekerjaan cofferdam utama, bendungan utama, bendungan sayap kiri dan kanan.
Spillway (sebuah lubang besar di bendungan yang sebenarnya adalah sebuah metode untuk mengendalikan pelepasan air), saluran outlet intake, dan fasilitas outlet.
Sedangkan tahun anggaran 1996 / 1997 masuk dalam pake IV menyelesaikan bangunan kantor dan perumahan, pekerjaan listrik dan telekomunikasi.
Sumber dana untuk Pembangunan Bendungan Bili-bili diperoleh dari: LOAN OECF.
Manfaat Bendungan
Adapun manfaat dari dibangunnya Bendungan Bili-bili adalah untuk pengendalian banjir Sungai Jeneberang dari debit 2.200 m3 per detik menjadi 1.200 m3 per detik.
Lalu untuk penyediaan air minum (Gowa dan Makassar) dan air untuk industri sampai kebutuhan tahun 2005 untuk Kota Makassar sebesar 3.300 liter/detik.
Juga penyediaan air untuk irigasi di tiga daerah irigasi: Bili-Bili, Bendung Kampili dan Bendung Bissua sebesar 24.585 ha di musim hujan dan 19.540 ha di musim kemarau.
Di samping itu untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 16,3 MW, untuk daerah pariwisata dan perikanan darat.
Sungai Jeneberang dengan panjang 75 km dengan luas Daerah Aliran Sungai 727 Km2 memiliki sumber air dari Gunung Bawakaraeng pada elevasi +2.833,00 MSL.


Sungai Jeneberang dengan panjang 75 km dengan luas Daerah Aliran Sungai 727 Km2 memiliki sumber air dari Gunung Bawakaraeng pada elevasi +2.833,00 MSL.
Sungai ini sering meluap pada saat musim hujan seperti yang terjadi pada bulan Desember sampai dengan Januari 1975 sehingga menyebabkan hampir 2/3 kota Ujung Pandang (Makassar) tergenang.
Timbulnya daerah genangan ini adalah akibat meluapnya air sungai daerah hilir Jembatan Sungguminasa dan sarana drainase yang tidak memadai, antara lain Saluran Sinrijala, Jongaya dan Panampu, sedang pada musim kemarau kebutuhan air untuk kota Ujung Pandang (Makassar) yang berpenduduk 944.372 jiwa (data tahun 1990) hanya terpenuhi 35% dari kebutuhan.


Bendungan Bili-Bili
Waduk Bili-Bili Sulawesi Selatan.jpg
Waduk Bili-Bili, Sulawesi Selatan
Bili-Bili Dam terletak di Sulawesi
Bendungan Bili-Bili
Lokasi Bendungan Bili-Bili di Sulawesi
NegaraIndonesia
LokasiMakassar , Kabupaten Gowa , Sulawesi Selatan
Koordinat5 ° 16′35.70 ″ S 119 ° 34′50.09 ″ E
TujuanIrigasi, listrik, pengendalian banjir
StatusOperasional
Konstruksi dimulai1991
Tanggal pembukaan1998 21 tahun yang lalu
Bendungan dan saluran pembuangan
Jenis bendunganTanggul, isi batu
MenyitaSungai Jeneberang
Tinggi73 m (240 kaki)
Panjangnya1,800 m (5,900 kaki)
Waduk
Kapasitas total375.000.000 m 3(304.000 are)
Tanggal komisi2005
MengetikKonvensional
Turbin1 x 12.75 MW
1 x 6.5 MW [1]
Kapasitas terpasang19,25 MW
Generasi tahunan69.000 MWh

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bendungan Bili-Bili "

Post a Comment