Pelatihan 626 Asessor Bidang Konstruksi di 16 Kota

    Salah satu peran utama pendidikan di Indonesia adalah utuk membangun dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam rangka medukung pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan salah satunya oleh tersedianya tenaga kerja yang terampil dan produktif di tingkat menengah. Dalam rangka menghadapi era persaingan bebas peran SMK sangat penting dan strategis dalam menentukan arah pembangunan nasional melalui penyediaan SDM terampil yang mampu mendukung pembangunan infrastruktur yang sedang dilaksanakan pemerintah. Hal ini disebabkan lulusanSMK memiliki bekal ketrampilan sesuai dengan tuntutan dunia usaha/dunia industri.

Menyadari pentingnya hal tersebut Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selaku instansi pemerintah yang menangani sektor infrastruktur bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Program Pemberdayaan SMK bidang Konstruksi dengan tujuan menyelaraskan dunia pendidikan (SMK) dengan dunia usaha/dunia industri. Lingkup penyelarasan yang dimaksud mencakup program peningkatan dan pengembangan SDM berbasis kompetensi,sertifikasi kompetensi dan penempatan lulusan SMK, pengembangan database lulusan yang telah tersertifikasi, dan pemetaan kebutuhan tenaga kerja.

Tenaga kerja yang terampil dan tersertifikasi tidak akan tercipta tanpa adanya proses pengujian yang terstandar dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga Asessor selaku penguji mengambil peran yang penting dalam rangka melakukan asesmen kepada para asesi. Dalam rangka menyiapkan Asesor bidang Konstruksi sebagai implementasi dari lingkup perjanjian kerjasama, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan SMK dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melaksanakan Pelatihan Asesor Kompetensi Bidang Jasa Konstruksi kepada 626 Guru yang berasal dari 179 SMK se-Indonesia. Pelatihan tersebut diadakan serentak di 16 wilayah yaitu Medan, Padang, Pekabaru, Palembang, Bandar Lampung, Banten, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, Manado dan Jayapura yang dimulai tanggal 22 Agustus 2016sampai dengan 3 September 2016. Dalam kegiatan pelatihan tersebut dilakukanpula simulasi Asesmen kepada para Asessor sehingga kemampuan para Asessor untuk menguji asesi dapat meningkat. Peserta pelatihan yang lulus akan mendapatkan sertifikat sebagai Asessor sebagai kompensasi telah menyelesaikan setiap bagian dalam pelatihan ini.
Dengan tersedianya asessor yang terstandar diharapkan dapat mendukung pelaksanaan sertifikasi tenaga terampil di level menengah khususnya siswa SMK. Melalui proses sertifikasi yang handal dan akuntabel maka akan dihasilkan kualitas tenaga kerja bidang konstruksi lulusan SMK yang terampil, handal, dan tersertifikasi. SMK BISA!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pelatihan 626 Asessor Bidang Konstruksi di 16 Kota"

Post a Comment