Insiden SMK 2 Makassar Menambah Daftar Hitam Dunia Pendidikan


Insiden orangtua siswa pukul guru di SMK Negeri 2 Makassar kian menambah daftar panjang catatan hitam di  dunia pendidikan.
"Ini merupakan aib bagi dunia pendidikan kita karena masih ada insiden kekerasan yang terjadi. Seharusnya hal ini dapat diselesaikan dengan cara yang beradab," ucap Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Adi Suryadi Culla, Rabu (10/8/2016).
Mestinya, Adi berharap, persoalan seperti ini tidak mesti keluar dari lingkup sekolah. Setidaknya, lanjut Adi, dapat diselesaikan dengan cara musyawarah atau prosedur sekolah yang telah ditetapkan.
"Ada kesenjangan yang terjadi antara pihak sekolah dan orangtua siswa. Itu yang perlu dibenahi," ucap akademisi Unhas ini.
Adi menginginkan, ada pembenahan sistem yang di sekolah. Misalnya, kata Adi, pihak sekolah mesti membuat sebuah regulasi yang mampu menjembatani komunikasi antara pihak sekolah dan guru jika terjadi persoalan serupa.
Selain itu, Adi menyatakan, insiden yang merusak nama baik pendidikan bukan pertama kali ini terjadi. Menilik ke beberapa kasus sebelumnya, tambah Adi, kasus perkelahian antar siswa, pengrusakan dan lain sebagainya telah menjadi catatan buruk dunia pendidikan sekarang ini.
Lebih jauh, dia berharap, evaluasi terhadap guru juga perlu digalakkan. Kata Adi, bukan dalam hal meragukan kompetensi guru dalam mendidik, namun ditekankan pada aspek pendekatan persuasif yang dilakukan guru jika ada hal yang serupa terjadi.
"Karena informasi yang saya dapat, katanya gurunya juga sempat melakukan hal di luar batas kewajaran. Kalau sudah seperti ini, mestinya juga guru harus diberi sanksi yang setimpal. Supaya tidak ada lagi keberpihakan, akan tetapi, setiap orang menjalani konsekuensi dari apa yang dia lakukan," paparnya.
Dia juga berharap, Dinas Pendidikan juga ikut terlibat dalam permasalah seperti ini. Dia menegaskan, bukan dalam hal menengahi permasalah yang telah terjadi, namun mencarikan cara agar hal ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. 
Terpisah, Ketua DPRD Makassar Farouk M Beta sangat menyayangkan insiden di SMK 2 Makassar. Menurutnya orangtua siswa dan guru harus bersinergi untuk mendidik siswa.
"Kalau ada tindakan seperti itu sangat disayangkan karena antara guru dan orangtua harusnya sinergi dalam mendidik anak," ucap Farouk M Beta.
Farouk pun menjelaskan, orangtua siswa seharusnya memberikan kepercayaan penuh kepada guru di sekolah untuk mendidik anak-anak murid.
"Guru adalah orangtua murid di sekolah jadi percayakan orangtua kepada guru adalah hak mutlak dalam mendidik sehingga kepercayaan orang tua kepada guru sebagai hak mendidik yang disesuaikan norma dan hukum," tukasnya.
Pendidikan akan bertambah buruh ketika nantinya orangtua siswa tidak ingin anak-anaknya dididik dengan baik oleh guru.
Sumber :
http://news.rakyatku.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Insiden SMK 2 Makassar Menambah Daftar Hitam Dunia Pendidikan"

Post a Comment